Monday, May 7, 2012

review buku “Jejak Freemason & Zionis di Indonesia

Oleh : Gunawan Wibisono 

 

FREEMASONRY
Freemason atau vrijmetselarij dalam bahasa Belanda. Dalam bahasa Arab disebut Masuniyah, sedangkan Masunik dalam bahasa Urdu, dan France Masonerie dalam bahasa Perancis. Secara harfiah Free yang berarti merdeka, sedangkan Masonry berarti membangun. Secara keseluruhan kata ini berarti Kelompok Merdeka yang sedang Membangun. Kemudian pertanyaan besar timbul, apa yang sedang dibangun oleh kelompok ini?

Freemason adalah suatu organisasi internsional atau gerakan rahasia terbesar yang paling berbahaya di dunia. Adapun tujuan dari mereka adalah menghapus agama, merusak sistem politik, merusak sistem keluarga, dan tujuan akhir mereka adalah membuat dunia baru atau sering disebut NWO (New World Order). Organisasi internasional itu pun pernah ada di Indonesia (konon sampai sekarang masih ada). Untuk itu dengan me-review buku Jejak Freemason & Zionis di Indonesia mampu sedikit membuka pemikiran teman-teman akan bahaya yang ditimbulkan dari freemason.

FREEMASONRY DI INDONESIA
Pada tahun 1976 laporan yang berjudul Freemasonry in Indonesian from Radermacher to Soekanto di terbitkan oleh Paul Van Der Veur. Konon Radermacher adalah perintis Freemasonry untuk kawasan Jawa dan Indonesia pada umumnya. Radermacher juga disebutkan sebagai Perhimpunan Batavia untuk Kesenian dan Ilmu Pengetahuan atau Batavian Society of Arts and Sciences. Ini membuktikan bahwa ranah Freemason berada di wilayah intelektual, kesenian dan kebudayaan.

Sedangkan Soekanto yang disebut dalam laporan tersebut adalah Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Ia adalah Suhu Agung terakhir dari gerakan freemason di Indonesia dan terdaftar di loji Purwo Daksina. Orang-orang pribumi sebelum Soekanto yang menduduki jabatan tinggi dari persaudaraan Freemason ini adalah Pangeran Ario Notodirodjo dalam loji mataram sekaligus ketua Boedi Oetomo 1911-1914. Raden Adipati Tirto Kusumo, yang juga ketua Boedi Oetomo, ia anggota loji mataram. Ada pula Mas Boediardjo menjabat sebagai inspektur pembantu divisi Inlands Onderwijs atau Pendidikan Pribumi. Adik Pangeran Notodirodjo, yakni Pangeran Koesomo Yoedho, putra Paku Alam V, ia berkali-kali memegang jabatan kepengurusan loji mataram. Ada pula Dr. Radjiman Wediodipoera, ia salah satu tokoh penting dalam BPUPKI, bahkan bersama Soekarno ia menjadi ketua PPKI.

Pada mulanya pengkikut freemason di Indonesia adalah orang-orang Belanda yang berdarah yahudi. Tapi selanjutnya, banyak pula pengikut Freemason yang berasal dari penduduk pribumi, khususnya jawa. Sebabnya adalah anggota Freemason tidak saja mendirikan sekolah dan memberikan pendidikan kepada kaum Indo yang miskin, tetapi juga memberikan kesempatan kepada kaum muda jawa yang berbakat untuk mengembangkan diri melalui pendidikan di Eropa.

Tak hanya di zaman kolonial, kekuatan Freemason terus berkembang dan kembali membangun kekuatannya setelah sempat kocar-kacir saat pendudukan Jepang. Tak hany lolos dari jeratan pemerintah, anggota-anggota Freemason bahkan sangat kuat pengaruhnya. Sehingga beberapa tahun berikutnya mereka membangun kembali rumah setan yang kedua, “La Fidele Sincerite” yang artinya Kesetiaan yang Ikhlas. Dua tahun setelah itu rumah setan baru didirikan lagi di Batavia dengan nama “La Vertueuse” yang artinya Kebajikan. Itu sangat luar biasa. Sebab, pada tahun-tahun itu penduduk Eropa yang berada di Batavia masih sangatlah terbatas. Tapi ini membuktikan, jumlah mereka yang kecil tersebut sangat berpengaruh pada jalannya roda pemerintahan dan kebijakan yang berlaku.



GEDUNG BAPPENAS DAN TAMAN SUROPATI


Tempat yang kita kenal sekarang dengan nama Taman Suropati, dulu bernama Gurgermeester Bisschopplein Square atau Taman Bisschopplein. Bisschopplein diambil dari nama seorang Belanda anggota Freemason, ia seorang waalikota Batavia yang sangat berpengaruh. Namanya pun diabadikan sebagai nama taman yang dibangun di tengah-tengah kota Menteng yang sekarang menjadi Taman Suropati.

Cerita lain tentang berpengaruhnya yahudi adalah gedung Bappenas. Awalnya gedung ini bernama Adhuc Stat yang artinya Berdiri Hingga Kini. Sebuah gedung pertemuang anggota tinggi Freemason di Batavia. Dulu, ditempat sekarang tulisan BAPPENAS ada tertulis kalimat “Adhuc Stat”, sedangkan di kanan kiri bagian bangunan yang tinggi terdapat dua lambang Freemsaon yang jika dihubungkan dengan garis, akan membentuk seperti Bintang David.

Selain Taman Suropati yang awalnya diambil dari nama seorang walikota anggota Freemason dan gedung Bappenas, di wilayah menteng berdiri juga sebuah gedung Freemason yang hingga kini masih ada. Gedung tersebut terletak di Jl.Pasar Turi, Surabaya. Dulu gedung ini bernama Lux Orientes Le Droit Humain atau yang berarti Cahaya Timur Hak Manusiawi. Selain anggota Freemason, penduduk yahudi memang sudah tersebar di Indonesia. Beberapa wilayah yang menjadi pusatnya, di Pasar Baru (Jakarta), ada juga di Jl.Djuanda, Jl.Veteran, Jl.Sabang dan Jl.Majapahit (Jakarta). Besar kemungkinan keluarga-keluarga yahudi masih berada di seputar wilayah ini.

PANCASILA DAN SEJARAH PERANCANGAN LAMBANG NEGARA INDONESIA
Untuk pertama kalinya Soekarno mengemukakan konsep dan pemikiran tentang lima dasar dimana Indonesia harus berdiri, yakni Pancasila. Di sepan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), tanggal 1 Juni 1945, Soekarno membeberkan pidatonya. Dalam pidato di depan siding BPUPKI itulah Soekarno mengajukan pikirannya tentang lima asas sebagai dasar Negara Indonesia. Kelima asas itu adalah, Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial dan Ketuhanan. Kelima asas ini dinamakan sendiri oleh Soekarno sebagai Pancasila. Soekarno sendiri pernah memeras Pancasila menjadi Trisila dengan susunan Sosio Nasionalisme atau Kebangsaan dan Perikemanusiaan, Sosio Demokrasi yang mencakup demokrasi dan kesejahteraan Nasional, dan terakhir Ketuhanan.

Pada tanggal 21 Desember 1949, Pengurus Besar Provinsial Freemason, Dr.A.H.J Lovink mengirimkan telegram ucapan selamat kepada Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Presiden Republik Indonesia Sarekat dan Perdana enteri RIS. Dalam telegram tersebut ada bagian yang berbunyi “Berhubungan dengan pengangkatan Yang Mulia sebagai presiden pertama RIS, Tarekat Mason Bebas dengan segala hormat mengucapkan selamat kepada Anda bahwa tujuan-tujuan RIS untuk melayani kemanusiaan, seluruhnya mendapat resonansi dalam asas-asas Tarekat Mason Bebas”. Pengakuan dari Pengurus Besar Proovinsial Freemason bahwa dasar-dasar rumusan Soekarno sama dan mendapat resonansi dalam asas-asas Freemason adalah bukti kuat bahwa ada kaitan, meski tidak secara langsung, antara pemikiran Soekarno dengan doktrin yahudi, terutama lewat Zionosme dan Freemason.

Ayahanda Soekarno adalah seorang anggota Perhimpunan Theosofi di Surabaya. Telah kita ketahui Theosofi adalah sebuah badan kebenaran yang merupakan dasar dari semua agama, yang tidak dapat dimiliki dan dimonopoli oleh agama atau kepercayaan manapun. Karena itu pula Soekarno mendapatkan fasilitas bisa masuk dan membaca buku-buku koleksi perpustakaan Perhimpunan Theosofi di Surabaya. Tentang hal ini, Soekarno pernah berkata :
“Kami mempunyai sebuah perpustakaan yang besar di Kota Surabaya yang diselenggarakan oleh perkumpulan Theosofi. Bapakku seorang Theosof, karena itu aku boleh memasuki peti harta ini, dimana tidak ada batasnya buat seorang yang miskin. Aku menyelam lama sekali di dalam dunia kebatilan ini. Dan disana aku bertemu dengan orang-orang besar. Buah pikiran mereka menjadi buah pikiranku. Cita-cita mereka adalah pendirian dasarku”.

Dengan begitu penulis meyakini, meski Soekarno bisa diduga pernah bersentuh dengan Freemason dan himpunan Theosofi, namun ia tidak simpatisan pada gerakan-gerakan ini. Semua persentuhan dan inspirasi yang ia ambil sana-sini, memang telah menjadi karakter Soekarno yang elektis, yang menggabungkan berbagai ajaran dan pemikiran.


Selain soal isi Pancasila, ada pula polemik yang tak tuntas hingga hari ini tentang siapa tokoh-tokoh dibalik pembuatan lambang Negara burung garuda. Konon, tiga nama tokoh yang berperan penting dalam proses pembuatan lambang Negara burung garuda adalah Sultan Hmid II, Ki Hajar Dewantara dan Mohammad Yamin. Sultan Hamid II putra sulung Sultan Pontianak. Jenjang pendidikan Sultan Hamid II adalah pendidikan dasar Belanda, bahkan termasuk salah seorang Indonesia yang disekolahkan di sekolah militer Belanda, KMA di Breda. Beliau mempunyai buyut yang menganut Freemason, yakni Abdul Rachman. Tokoh kedua Ki Hajar Dewantara, yang menjadi salah seorang anggota senior Boedi Oetomo. Dan seperti yang dijelaskan bahwa Boedi Oetomo adalah organisasi yang dibina, bahkan besar kemungkinan dicurigai bentukan Freemason, kaki tangan Zionisme. Sedangkan tokoh terakhir Mohammad Yamin sendiri adalah seorang anggota senior dari Jong Sumatranen Bond atau Ikatan Pemuda Sumatera. Pendirian Jong Sumateranen Bond boleh dibilang difasilitasi oleh Theosofi. Bahkan rapat tahunan pertama organisasi ini diwarnai pengaruh paham yahudi dan Freemasonry.

Dari penjelasan diatas jelas sekali bahwa tokoh-tokoh pembuat lambang Negara burung garuda masih dari kalangan Freemason dan pengaruh yahudi. Bahkan masih ada bukti otentik mengenai lambang Negara burung garuda yang tercantum dalam lembaran Negara PP 66/ 1951 tanggal 17 Oktober 1951 tentang Lambang Negara. Pada pasal 3 dalam penjelasan demi pasal dijelaskan, berikut kutipan utuhnya dengan editan yang disesuaikan :
Burung garuda, yang digantungi perisai itu ialah lambang tenaga pembangun (creative vermogen) seperti dikenal pada peradaban Indonesia. Burung garuda dari mythology menurut perasaan Indonesia berdekatan dengan burung elang rajawali. Burung itu dilukiskan di candi Dieng, Prambanan dan Panataran. Ada kalanya dengan memakai lukisan berupa manusia dengan berparuh burung dan bersayap (Dieng); di candi Prambanan dan di candi Jawa Timur rupanya seperti burung, dengan berparuh panjang berambut raksasa dan bercakar. Lihatlah lukisan garuda di candi Mendut, Prambanan dan di candi – candi Sukuh, Kedal di Jawa Timur.

Penjelasan ini sama persis dengan deskripsi Dewa Horus yang sering digambarkan laki-laki bertubuh manusia tapi berkepala burung. Dewa Horus adalah salah satu dewa yang banyak terdapat pada gambar dan simbol-simbol mesir kuno. Dewa Horus juga dijadikan sebagai salah satu simbol suci oleh masyarakat yahudi, termasuk menjadi simbol-simbol rahasia dalam gerakan-gerakan dibawah Zionisme diseluruh dunia.
Burung garuda yang digantungi perisai itu ialah lambang tenaga pembangunan (dreatif vermogen) seperti dikenal pada peradaban Indonesia. Kata-kata lambang tenaga pembangunan adalah idiom khusus yang juga menjadi arti dari kata Freemasonry yakni Juru Bangun. Simbol, idiom, istilah dan terminologi masyarakat mason, tersebar dan banyak sekali bisa didapatkan.

KEBIJAKAN SOEKARNO MENGENAI GERAKAN FREEMASON DI INDONESIA
Tanggal 27 Februari 1961, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan melarang dan memutus habis jaringan gerakan Freemason di Indonesia. Tak hanya Freemasonry, tapi juga gerakan lain yang ingin mengembalikan jaringan Zionis di Indonesia pasca tahun 1957, seperti Moral Rearmemant Movement dan juga Ancien Mystical Organization of Sucen Cruiser. Berikut kutipan lembar Negara yang berisi pelanggaran-pelanggaran organisasi tersebut :

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
NO. 18.1961

Menimbang :
1. Bahwa azas dan tujuan dari pada “Freemason Loge (Loge Agung Indonesia)”, “Moral Rearment Movement. Ancient Mystical Organization of Sucen Cruiser” adalah mempunyai dasar dan sumber dari luar Indonesia yang tidak sesuai dengan kepribadian Nasional.
2. Bahwa untuk kepentingan pembinaan kepribadian Nasional, yang langsung atau tidak langsung berhubungan dengan Program Pemerintah dibidang pemulihan dan penyelenggaraan ketertiban dan keamanan umum, perlu organisasi “Vrijmetselaran Loge (Loge Agung Indonesia)”, “Moral Rearment Movement. Ancient Mystical Orhanization of Sucen Cruiser” dilarang.
Menetapkan :
Peraturan tentang larangan adanya organisasi “Vrijmetselaran Loge (Loge Agung Indonesia)”
“Moral Rearment Movement. Ancient Mystical Organization of Sucen Cruiser” dan
Ancient Mystical Organization of Rucen Cruiser”
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 27 Februari 1961
Presiden / Panglima Tertingga Angkatan Republik
Indonesia selaku Penguasa Perang Tertinggi,
Soekarno
Diundangkan di Djakarta
Pada tanggal 27 Februari 1961
Sekertaris Negara
MOHD. ICHSAN
Dengan disahkannya lembaran Negara tersebut, memang berdampak besar bagi laju dan pertumbuhan gerakan Freemasonry di Indonesia. Pertemuan terakhir mereka, pada april 1957 adalah pertemuan terakhir. Hanya tujuh loji yang mengirimkan wakilnya, dan juli 1959, anggota di delapan loji berjumlah hanya 233 orang. 5000 orang Belanda yang dipaksa meninggalkan Indonesia juga menjadi penyebab menurunnya anggota Freemason. Semua perusahaan dan gedung milik Freemason disita oleh Negara, termasuk gedung Adhuc Stat (Bappenas) yang tadinya berada dalam pengelolaan sebuah yayasan yang bernama sama dan berdomisili di Jakarta. Singkat cerita, jaringan Freemasonry terputus dan habis pada tahun 1961 oleh larangan dari Pemerintah.

DOKTRINISASI ERA GLOBALISASI
Dalam bagian ini, saya mencoba menganalisis dari apa yang saya rasakan dalam kehidupan global ini. Dari mulai teknologi, seni, budaya, musik, politik, sampai gaya hidup sekarang sebagian besar dikuasai oleh doktrin yahudi / Freemason. Saya akan mengambil contoh dari perspektif musik yang sangat banyak sekali musisi-musisi dunia yang menganut illuminati. Oke, perhatikan lirik-lirik dibawah ini :


30 Second to Mars – This is War
To the right, to the left
We will fight to the death
To the Edge of the Earth
It’s a brave new world
It’s a brave new world

(mereka berusaha dari semua lini kehidupan untuk memberanikan diri dalam membuat Dunia Baru)
30 Second to Mars – 100 Suns
I believe in nothing, Not in satan, not in god
I believe in nothing, But the truth of who we are

(mereka tidak percaya Tuhan, tapi mereka yakin kalau mereka itu benar)
Angels & Airwaves – Secret Crowds
Let’s make this a new world
I swear you can go if you want to
I know that you have that within you
Inventing the first clean and useable, gods greatest miracle

(lagi-lagi mengajak untuk membuat Dunia Baru)

 

2 comments:

  1. Sebagai bpk bangsa soekarno/hatta bukanlah org yg berpandangan pragmatis spt penganut masonik. Tidak bisa menyimpulkan lambang negara kita dgn mitos horus di mesir, burung garuda sdh ada sejak jaman2 raja nusantara. Jangan pula melihat seseorang (sultan hamid 2) cuma dr referensi buku sj tp jk bisa tanya langsung kpd org2 dekat atau ybs. Hingga saat ini blm ada satupun bukti dan literatur2 yg menyatakan soekarno/hatta/hamid 2 sbg masonik. Hati2 membuat statement krn bisa fitnah.

    ReplyDelete
  2. Ini tulisan ngawur, asal nge jiplak dan asal nge baca .. Lebih baik anda belajar dulu mengenai asas semiotika, baru anda mengerti. Jangan asal cap jika hatta,yamin, dan sultan hamid II itu pengikut jaringan Freemason. Bahkan jika anda mengerti tentang sejarah, Beliau lah yang jauh lebih berjasa atas berdirinya Indonesia dan didalam film Documentary Zeitgeist yang disutradarai oleh Peter Joseph, bahwa Sukarno lah anggota freemason tersebut. Silahkan anda lihat tingkah laku sukarno yang suka main wanita, tergoda dengan bujuk rayu amerika Serikat. Silahkan anda pelajari lagi
    Tulisan ngawur...

    ReplyDelete